Semarak Haflah Akhirussanah Pondok YTP Tahun Ajaran 2025/2026
PONDOK YTP - Haflah Akhirussannah kembali digelar Ma’had Ar-Roudlotul Ilmiyah (Pondok YTP Kertosono). Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026 dengan tamu khusus yang tak kalah istimewa, yakni bapak Dr. Amam Fakhrur, S.H., M.H., yang saat ini beliau menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung.
| Dewan Pembina, Pengasuh Ma'had, Dr. Amam Fakhrur, S.H., M.H., dan Ketua Yayasan |
Rangkaian acara inti kemudian dimulai
pukul 09.00 yang dipandu dengan elegan oleh Ust. Iko Prasetyo Cahyo S., M. Sos., dan Ust. Syahrul Arya Fatahuddin, S. Pd., yang ditandai dengan lantunan ayat-ayat
suci Al-Quran yang sangat merdu dan penuh penghayatan oleh Santriwan kelaas X asal Tuban, Muhammad
Irchamni. Usai pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, seluruh hadirin diminta
berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars YTP bersama sama. Acara
selanjutnya diisi dengan beberapa
sambutan dan tausiah.
Rangkaian acara inti kemudian dimulai
pukul 09.00 yang dipandu dengan elegan oleh Ust. Iko Prasetyo Cahyo S., M. Sos;
dan Ust. Syahrul Arya Fatahuddin, S. Pd., ditandai dengan lantunan ayat-ayat
suci Al-Quran yang sangat merdu dan penuh penghayatan oleh Santri kelas X, Muhammad
Irchamni. Usai pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, seluruh hadirin diminta
berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars YTP bersama sama. Acara
selanjutnya diisi dengan beberapa
sambutan dan tausiah.
Sambutan pertama sekaligus ucapan selamat
datang disampaikan oleh Pengasuh Ma’had yakni K.H. Ali Mansyur Kastam yang
berpesan agar para Santri menjadi anak muda yang Sholeh dan Sholihah agar dapat
senantiasa memberikan pahala mengalir untuk kedua orang tua. Beliau menegaskan
bahwa sangat penting sekali bagi orang tua memberikan pendidikan dan adab yang
baik, sehingga seorang anak dapat menjadi jariyah yang tidak terputus saat
orang tua telah berada di dalam kubur kelak. Beliau juga mengingatkan
pentingnya mengonsumsi makan makanan yang baik dan terus beramal shaleh.
Keduanya memiliki korelasi yang berarti makanan yang baik dapat memberikan energi
positif dan karakter baik bagi pengonsumsinya. Sebagai penutup beliau
memberikan beberapa pesan untuk para satriwan dan Santriwati yang akan
dilepaskan dan dikebalikan secara resmi oleh pondok kepada orang tua
masing-masing.
Sebelum melanjutkan sambutan berikutnya,
acara diselingi dengan kehadiran Dr. K.H. Arief Al-Imroni, M. Sc., yang ingin
memberikan hadiah bagi para Santri kelas XII yang berani maju dan naik ke panggung.
Rupanya perwakilan 5 Santri dan 5 Santriwati tersebut diberi uang sebesar
50.000 dan jika berhasil menjawab pertanyaan, akan ditambah sebesar Rp. 200.000.
Hal tersebut tidak hanya membuat sumringah para Santri yang maju, tetapi juga
membuat heboh para audiens yang menerka-nerka pertanyaan apa yang akan
diajukan.
"Presiden Soekarno memproklamasikan
Kemerdekaan Republik Indonesia pada hari apa, tanggal apa, bulan apa dan tahun
berapa?" Para audiens sedikit bergemuruh lantaran salah satu pertanyaan
yang diajukan dianggap mudah. Tapi sesaat kemudian beliau melanjutkan,
"berdasarkan kalender Hijriyah" Yang membuat para audiens dan Santri
yang sedang ditanya sontak tertawa. Pertanyaan
tersebut tak berhasil dijawab lengkap oleh Santriwan bernama Zaid Mukhtar
sehingga ia gugur—batal mendapat tambahan dua ratus ribu.
Demikian pertanyaan-pertanyaan selanjutnya
diajukan pada setiap Santri yang maju. Di antara sepuluh Santri tersebut hanya
satu Santriwati yang dapat menjawab pertanyaan yang kebetulan membahas Nahwu
dan Shorof. Sisanya, belum berhasil memecahkan pertanyaan Kyai Arief
Al-Imroni yang memang tidak main-main. Melalui apresiasi ini, beliau ingin
memotivasi para Santri agar terus belajar dengan penuh semangat. Di akhir
penyampaian, beliau berpesan dengan sedikit bercanda agar para Santri tidak
terkena PDIP atau Penurunan Daya Ingat Permanen.
Berikutnya acara prosesi ikrar Santri, yang
tahun ini dilaksanakan agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Para santri
yang tahun ini telah dinyatakan lulus di jenjang Madrasah Aliyah (MA) dipanggil
satu per satu naik ke panggung untuk dikalungkan selempang kelulusan, sebagai
penanda berakhirnya suatu perjalanan dan berlanjut ke jenjang yang lebih
tinggi. Setelah semua Santri kelas XII berada di depan, mereka membaca Ikrar Alumni
Ma’had Ar-Roudlotul Ilmiyah secara bersama-sama.
Setelah prosesi ikrar tersebut selesai, dilanjut dengan tausiah dari Bapak Dr. Amam Fakhrur, S.H, M.H., yang merupakan Pondok YTP Alumni tahun 1986 itu bercerita tentang perjalanan beliau dahulu saat berada di pondok. Beliau memberikan beberapa pesan untuk selalu bersyukur dalam hal apapun, meskipun dari hal terkecil seperti bernafas, makan, minum, tidur ataupun mendapat prestasi. Beliau juga menambahkan beberapa cerita yang dapat memotivasi para audiens agar teguh pendirian dan menjalani kehidupan sesuai norma-norma agama serta mengingatkan bahwa tugas manusia di dunia adalah berproses dan bukan sekadar mencari hasil.
![]() |
| Prosesi Ikrar Santri |
Selanjutnya adalah pemberian penghargaan
kepada beberapa Santriwan dan Santriwati dengan kategori Santri teladan, Santri
berprestasi, dan Santri tahfidz dengan hafalan terbanyak. Kemudian acara
ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kyai Arief Al-Imroni.
Adinda Bilqis Sofiyah (Kelas X-3)
.png)
