PONDOK YTP - Hari itu (Selasa, 13 Januari 2026) pada
pukul 07.00 Santriwati kelas VIII MTs YTP Kertosono sudah berkumpul di depan gerbang
utama Ma’had. Dengan senyum yang merekah mereka berpose, siap melakukan
perjalanan dalam rangka kegiatan kunjungan industri ke pabrik PT. Yakult Indonesia
Persada yang berlokasi di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Segera setelah itu,
secara tertib para santriwati ini menaiki bus yang sudah standby
kemudian meluncur ke kawasan industri Mojokerto melalui jalan bawah (bukan
jalan tol).
 |
| Foto Bersama di Depan Gerbang Ma'had |
Setelah kurang lebih 2,5 jam perjalanan,
bus sampai di depan gerbang kawasan industri dan melakukan pelaporan. Kami pun
diizinkan masuk kawasan. Sekitar lima sampai sepuluh menit setelah itu,
rombongan sampai di depan gerbang pabrik Yakult. Security dan staf pabrik
langsung menyambut dengan kehangatan di pintu masuk dan lobby kantor perusahaan,
mempersilakan untuk masuk. Dengan dibersamai staf lain (perempuan), rombongan
memasuki gedung. Langsung disambut oleh Public Relations (PR) yang
berdiri di samping monitor bertuliskan sambutan, “Selamat Datang, MTs YTP
Kertosono”Disambut dengan sebotol Yakult
rasa original yang diberikan oleh pegawainya, para Santriwati beserta Guru
pendamping memasuki PR Room dan menempati kursi yang disediakan.
Sambutan hangat kembali diberikan. Pemutaran video-video edukasi menjadi bahan
ulasan pra-monitoring proses produksi Yakult yang akan dilakukan oleh Santriwati
nantinya. Kebetulan saat itu rombongan MTs YTP Kertosono mendapatkan jadwal
sesi-2 dan tidak ada instansi lain yang turut serta. Sebenarya ruangan itu
cukup untuk kurang lebih 140 peserta, namun jumlah kami hanya sekitar 50
peserta. Anak-anak merasa sangat comfortable karena mendapatkan sambutan
utuh, tidak berbagi dengan pihak lain.
 |
| Peserta Kunjungan Diterima di dalam PR Room |
Acara pra-monitoring hanya beberapa
saat. Dilanjutkan monitoring proses produksi Yakult yang sangat seru
bagi para Santriwati dan Guru pendamping. Banyak hal baru yang didapat, dan anak-anak
sangat antusias. Meskipun hanya melihat dari balik kaca bening, anak-anak
merasa gembira menyaksikan tahapan demi tahapan pembuatan Yakult. Apalagi para staf
dan pegawai PT Yakult selalu mendampingi dan menjelaskan secara gamblang
menggunakan speaker yang telah tersedia, anak-anak makin bersemangat.
Mereka juga mentaati aturan, sama sekali tidak minta berfoto di depan area
produksi karena ada larangan pengambilan gambar.
 |
| Sambutan dan Penjelasan dari Perwakilan PT. Yakult |
Fase-fase yang sempat disaksikan peserta
kunjungan industrui di antaranya adalah; fase pembibitan bakteri Lactobacillus
casei Shirota strain (L. casei Shirota), bakteri
baik untuk pencernaan. Ada monitor yang menampilkan pergerakan bakteri dan ada
juga para pegawai yang sibuk melakukan laboratorasi. Untuk bisa hidup dan
berkembang bakteri ini membutuhkan media yang steril dan PH seta suhu yang
tepat. Selanjutnya, kami menyaksikan produksi botol Yakult yang juga sangat
menakjubkan. Semua dilakukan oleh mesin dengan kecepatan tinggi. Dalam satu
jam, mesin bisa memproduksi 7000-11.000 buah. Botol-botol ini ditampung pada
tabung bermuatan 555.000 buah sebelum digunakan.
Fase selanjutnya adalah pengisian,
pelabelan, penutupan, dan pengepakan. Ada 9 (sembilan) unit mesin yang tidak berhenti
bergerak. Menata botol dengan rapih, mengisi dengan Yakult, melabeli botol dan
menutupnya. Pada setiap mesin, ada pegawai yang bertugas mengawasi. Apabila
terdapat kerusakan, botol akan dieliminasi. Bahkan setelah terisi, tetap
akan dimusnahkan sebagai limbah. Semua berjalan begitu cepat hingga Yakut sudah
terkemas lima-lima, kemudian dikemas lagi menjadi 50 buah dan diangkat oleh
mesin, ditata rapih pada pengangkut untuk didinginkan dan didistribusikan pada
konsumen. Dijelaskan pula bahwa masa konsumsi Yakult hanya 40 hari sejak
diproduksi dan harus disimpan pada suhu 0-10ยบ C supaya bakteri tetap hidup.
 |
| Photo Spot |
Monitoring proses produksi selesai dengan perasaan puas.
Anak-anak dipersilahkan berfoto pada area photo spot yang disediakan.
Marketing PT Yakult benar-benar luar biasa. Dengan kesempatan berkunjung gratis
pada Senin sampai Jum’at untuk instansi Pendidikan dan kunjungan keluarga, akan
bisa mengenalkan produk dengan maksimal. Bukan sekedar iklan yang disaksikan,
namun lebih pada proses real yang meyakinkan dengan menyajikan higenitas
dan kestabilan kualitas. Belum lagi para
Yakult lady yang dididik secara berkala dan diterjunkan langsung ke
tengah-tengah masyarakat atau konsumen, mereka menjadi ujung tombak pengenalan produk ke akar
rumput. |
| Sesi Penyampaian Pesan dan Kesan |
Usai berfoto ria, kami kembali dipersilakan masuk ke PR Room.
Kali ini disambut dengan 2 botol Yakult dingin rasa Mangga. Kesempatan kali ini
dimanfaatkan untuk tanya jawab dan penyampaian pesan dan kesan. Bagi anak-anak
yang mampu menjawab dengan benar, diberikan hadiah. Mereka antusias berebut
menjawab meski seringkali jawabannya kurang tepat. Sedangkan dalam kesempatan
menyampaikan pesan dan kesan, Aqillah Sifaur Rahma yang biasa dipanggil Aqilah,
memberanikan diri untuk maju. Menyampaikan rasa terima kasih dengan penuh rasa gembira atas sambutan dan
edukasi yang didapatkan di hari tersebut. Mendoakan supaya Yakult terus
berkembang dan memberikan manfaat. Tidak lupa di akhir sambutan, Santriwati
asal Termas Baron Nganjuk ini memberikan masukan supaya selanjutnya Yakult melaunching produk dengan varian rasa baru kesukaannya yaitu rasa matcha dan cokelat, yang diikuti tepuk tangan
dan gelak tawa yang meriah dari peserta kunjungan industri yang lain. |
| Foto Bersama di Lobby Kantor |
Seperti pada umumnya, kegiatan kunjungan industri
tersebut diakhiri dengan foto bersama di lobby kantor Yakult yang kemudian
ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Madrasah yang diwakili oleh Ust. Ihwan Thohari, S. Pd.I. kepada perwakilan
PT. Yakult Indonesia Persada. |
| Penyerahan Cinderamata kepada Perwakilan PT Yakult |
Kontributor: Qudrotul Bahiroh, M. Pd.I.