MEMAKNAI CINTA SEBAGAI SEBUAH JALAN KEBAIKAN (Refleksi Kegiatan Pendampingan Pengawas dalam Implementasi KBC)
PONDOK YTP - Ada yang lain pada agenda hari Sabtu, 10 Januari 2026. Agenda pendampingan terkait Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Bukan tentang hadirnya Pengawas Madrasah. Namun, lebih pada pernak-pernik yang menyertai kegiatan.
| Kamad dan Wakakur mendampingi Pengawas Madrasah |
Pengawas
Madrasah memberikan atensi dalam undangan supaya para guru melakukan beberapa
hal. Masing-masing harus membawa tumbler dan cangkir keramik (non plastik).
Mereka juga harus menyiapkan kado dengan harga maksimal lima puluh ribu dan
harus dibungkus dengan kertas bekas kalender.
Adapun Madrasah tuan rumah, harus menyiapkan teh tawar dan jajanan yang disajikan langsung pada nampan, tanpa dikemas kotak privasi seperti biasanya. Makan siang juga tidak boleh nasi bungkus atau nasi kotak. Akan tetapi masakan prasmanan dengan menu istimewa yang sudah ditentukan. Nasi, sayur asem, tempe, tahu, botok (tempe, lamtoro dan jantung pisang) dan ikan pindang pasti akan terasa nikmat tatkala disantap usai acara.
| Peserta Pendampingan IKBC |
"Ibda'
bi nafsik (Mulailah dari dirimu sendiri)", pesan Bu Henny. Cinta itu
diwujudkan dalam aktifitas keseharian yang senantiasa dihayati. Bukan sekedar
sebagai rutinitas. Melainkan sebagai sebuah anugerah yang harus selalu
disyukuri. Mulailah dari diri sendiri. Bersyukur dengan nikmat yang sudah sampai
pada kita dengan menjaganya supaya tidak menjadi hal yang berbahaya.
| Foto bersama Pengawas Madrasah |
Salah
satu rangkaian kegiatan pendampingan yang paling ditunggu-tunggu peserta adalah
kegiatan tukar kado. Kegiatan yang sangat seru dan menyenangkan. Masing-masing
sudah mempersiapkan kado yang paling istimewa. Hal ini merupakan salah satu
contoh wujud cinta Rasulullah SAW. Karena beliau pernah berpesan, Tahaaduu
tahaabbuu (Saling memberilah hadiah! Maka kalian akan saling mencintai).
Cinta apabila ditempatkan pada porsi yang tepat akan melahirkan banyak
kebaikan. Wallahu a'lamu bish shawwab.
Kontributor: Qudrotul Bahiroh, M. Pd.I.