Ponpes YTP Kertosono Kembali Berangkatkan Santri dalam Program “Santri Mengabdi”

Pelepasan Santri Mengabdi oleh Pengasuh Ma'had K.H. Ali Mansyur Kastam 

PONDOK YTP - Ma’had Ar-roudlotul Ilmiyah (Pondok YTP Kertosono) kembali melepas para Santrinya untuk terjun langsung ke tengah masyarakat melalui program bertajuk Santri Mengabdi. Program ini dilaksanakan selama 10 hari di bulan Ramadhan sebagai bagian dari proses pendidikan yang menekankan pembelajaran nyata di tengah kehidupan sosial.

Di Ramadhan 1447 H ini, Pondok YTP mendelegasikan sebanyak 41 Santri jenjang Tsanawiyah dan Aliyah yang sudah dinyatakan lolos seleksi untuk program ini. Para Santri tersebut disebar di 16 titik ke beberapa daerah di Jawa Timur, antara lain Kabupaten Nganjuk (Wilangan dan Ngronggot), Kabupaten Jombang (Mojowarno, Jogoroto, Mojoagung, dan Sumobito), Kabupaten Lamongan (Laren, Babat, dan Tikung), Balongbendo Kabupaten Sidorjo, dan Gondang Bojonegoro.

Melalui kegiatan ini, para Santri tidak hanya diuji kemampuan keilmuannya, tetapi juga dilatih berinteraksi, beradaptasi, dan memberikan kontribusi positif di lingkungan tempat mereka mengabdi.

Dalam acara pelepasan (28/2/2026), Pengasuh Ma'had K.H. Ali Mansyur Kastam, menyampaikan pengarahan yang penuh makna kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan bahwa Santri yang mengikuti program ini adalah duta pondok. Karena itu, setiap langkah, ucapan, dan sikap mereka membawa nama baik Pesantren.

Para Santri diminta menjaga amanah dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik diri sendiri, menghormati para guru dan ustadz yang telah membimbing mereka, serta menjaga nama baik pondok di hadapan masyarakat. Selain itu, beliau juga mengingatkan agar para Santri  menghormati tokoh dan masyarakat setempat, termasuk takmir masjid, marbot, dan para ustadz di lokasi pengabdian, karena sikap santun dan rendah hati adalah kunci diterimanya dakwah di tengah masyarakat.

Pengarahan dan Do'a oleh K.H. Ali Mansyur Kastam
Lebih lanjut, K.H. Ali Mansyur Kastam memberikan arahan khusus bagi Santri yang mendapatkan amanah menjadi imam sholat, terutama dalam pelaksanaan tarawih. Beliau menekankan pentingnya persiapan yang matang dengan melakukan muraja'ah ayat atau surat yang akan dibaca. Santri juga diminta untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan takmir atau jamaah terkait model rakaat yang biasa dilaksanakan di Masjid tersebut, sehingga tidak terjadi perbedaan yang menimbulkan kebingungan.

Dalam memimpin sholat, Santri harus menjaga kekhusyukan dan berusaha menjadi teladan bagi jamaah. Bacaan tidak boleh terlalu cepat ataupun terlalu lambat, melainkan menyesuaikan kondisi jamaah agar ibadah dapat berlangsung dengan nyaman dan khidmat.

Bagi Santri yang diberi amanah menyampaikan tausiah atau kultum, beliau berpesan agar materi disampaikan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Tausiah yang baik bukanlah yang panjang, melainkan yang padat dan memiliki isi yang jelas. Karena itu, Santri  diharapkan benar-benar menguasai poin-poin materi yang akan disampaikan agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Di akhir pengarahan, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kerapian dan kebersihan di mana pun Santri berada. Sikap disiplin, peduli terhadap lingkungan, dan berpenampilan rapi merupakan bagian dari akhlak yang harus terus dijaga. Dengan demikian, kehadiran Santri di tengah masyarakat tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga keteladanan dalam sikap dan perilaku.

Program Santri  Mengabdi ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang berharga bagi para Santri sekaligus sarana kontribusi nyata bagi masyarakat selama bulan Ramadhan. Melalui pengalaman langsung ini, Santri dilatih menjadi pribadi yang amanah, santun, dan siap mengabdi untuk umat.