Rayakan Bulan Bahasa, MTs Yayasan Taman Pengetahuan Gelar Festival Literasi
PONDOK YTP - Di
tengah arus digital yang semakin deras, kemampuan menulis tetap menjadi bekal
penting bagi siapa pun. Menyadari hal itu, MTs Yayasan Taman Pengetahuan
Kertosono Nganjuk menggelar festival literasi yang bertemakan “Menulis Cerpen
Inspiratif.” Kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan budaya literasi,
kreativitas, serta kecintaan Santri terhadap dunia tulis-menulis.
Festival tersebut terbuka bagi
seluruh santri MTs Yayasan Taman Pengetahuan. Tidak dipungut biaya sama sekali.
Para peserta diminta menulis cerita pendek maksimal 500 kata di atas kertas
folio bergaris. Penggunaan kertas folio bergaris juga dipilih agar santri terbiasa
menulis tangan, sebuah keterampilan yang semakin jarang dilatih di era gawai.
Karya harus asli dan merupakan hasil tulisan sendiri.
Pendaftaran dan pengumpulan karya
dibuka mulai 5 hingga 30 September 2026. Pendaftaran dilakukan melalui Usth.
Hermingsih, S.Pd. atau Usth. Fitri Hidayah, S.Pd., dua ustadzah yang beberapa
bulan silam terpilih sebagai penulis antologi Kabupaten Nganjuk yang ditetapkan
Dinas Kearsipan dan Perpustakan Kabupaten Nganjuk 2026.
Panitia berharap melalui festival
ini, santri tidak hanya berlatih menyusun kata, tetapi juga mampu menuangkan
ide, pengalaman, dan imajinasi menjadi cerita yang bermakna. “Tulisan sederhana
bisa menjadi cerita luar biasa, dan cerita yang baik bisa menginspirasi banyak
orang,” demikian pesan yang disampaikan dalam pengumuman MTs Yayasan Taman
Pengetahuan.
Festival Literasi ini bukan sekadar
lomba. Ia menjadi ruang bagi santri untuk berani mengekspresikan diri. Banyak santri
yang sebenarnya punya potensi menulis dan mempunyai kisah menarik, namun ragu
untuk menuliskannya. Melalui kegiatan ini, madrasah ingin menghilangkan keraguan
tersebut. Menulis cerpen inspiratif bisa menjadi media refleksi diri sekaligus
sarana berbagi inspirasi.
Bagi peserta yang berhasil,
pengalaman menulis cerpen ini tentu merupakan pengalaman belajar yang tidak
ternilai. Namun yang lebih penting adalah prosesnya. Setiap santri yang berani
memegang pena dan mulai menulis sudah menjadi pemenang. Mereka belajar menyusun
alur, membangun karakter, dan menyampaikan pesan moral secara halus melalui cerpen.
Madrasah mengajak seluruh santri untuk
tidak melewatkan kesempatan ini. “Yuk menulis, yuk berkarya! Jadikan ceritamu
bagian dari festival literasi MTs Yayasan Taman Pengetahuan,” demikian ajakan
yang disampaikan. Dengan semangat literasi yang digelorakan, diharapkan MTs
Yayasan Taman Pengetahuan menjadi madrasah serius menumbuhkan budaya baca-tulis
di kalangan santri. Semoga.

.png)